LKSA Taman Harapan Muhammadiyah merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pelayanan sosial dalam lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lengkong Kota Bandung. Berdiri sejak 1935, lembaga ini memiliki perjalanan panjang dalam pengasuhan, pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan anak.
LKSA Taman Harapan Muhammadiyah menjadi bagian dari khidmat Muhammadiyah dalam pelayanan sosial, pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan generasi.
Mengemban amanah kepemimpinan LKSA Taman Harapan Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola, pengasuhan, pendidikan, pembinaan, dan pengembangan kemandirian anak.
Visi dan misi menjadi landasan LKSA Taman Harapan Muhammadiyah dalam melaksanakan pengasuhan, pendidikan, pembinaan, serta pengembangan kemandirian anak.
Membentuk kader Muhammadiyah yang berakhlak mulia, bertindak sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehat jasmani rohani, mandiri, dan berprestasi.
Logo LKSA Taman Harapan Muhammadiyah
Taman Harapan Muhammadiyah memiliki perjalanan panjang yang tidak terlepas dari perkembangan Muhammadiyah dan sejarah Kota Bandung.
Taman Harapan Muhammadiyah didirikan pada tahun 1935. Dalam catatan sejarah lembaga, sejumlah tokoh memiliki peran dalam perintisan dan perjalanan awalnya, antara lain H. Anda dan Keluarga Kencana, H. Ali Ratman, H.R. Sutalaksana, Kapten Syamsunu, H. Zaenuddin, H.R. Soeyoko, dan H. Adung Abdul Hadi.
Catatan sejarah tersebut juga menyebut keterlibatan Ibu Inggit Garnasih dalam perjalanan awal lembaga. Sejak masa perjuangan hingga perkembangannya saat ini, Taman Harapan terus mempertahankan peran pelayanan sosial dan pembinaan anak.
Perjalanan Taman Harapan tidak terlepas dari dinamika Kota Bandung dan berbagai peristiwa sejarah yang terjadi pada masanya.
Taman Harapan Muhammadiyah memulai perjalanan pelayanannya di Jalan Dewi Sartika, Bandung.
Dalam perjalanan awalnya, Taman Harapan kemudian berpindah ke rumah Ibu Inggit Garnasih di kawasan Ciateul.
Pada masa Bandung Lautan Api, Taman Harapan telah berada di Jalan Ciparay. Bersama masyarakat Bandung, para penghuni turut meninggalkan kota menuju kawasan Bandung selatan ketika situasi perang memburuk.
Dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Taman Harapan kembali melanjutkan pelayanan dari Jalan Tegalega Barat.
Perkembangan lembaga kemudian membawa Taman Harapan ke lokasi berikutnya di Jalan Banteng, Bandung.
Sejak tahun 1968, Taman Harapan menempati Jalan Nilem yang hingga kini menjadi salah satu pusat kegiatan dan pelayanan LKSA.
Pelayanan LKSA berkembang di dua lokasi, yaitu Jalan Nilem untuk asrama putri dan Jalan Beruang untuk asrama putra.
Pembinaan diarahkan agar anak memperoleh bekal keagamaan, pendidikan, keterampilan, karakter, kesehatan, dan kemandirian untuk menghadapi kehidupan.
Pembinaan nilai keislaman, mengaji, pembiasaan ibadah, serta pembentukan akhlak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mendukung anak asuh untuk menempuh pendidikan formal sekaligus menumbuhkan budaya belajar, disiplin, dan semangat berprestasi.
Pengembangan keterampilan, kewirausahaan, seni, dan berbagai potensi anak sebagai bekal menuju kemandirian.
Pembinaan kepribadian, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, serta kemampuan hidup bermasyarakat.
Dalam perjalanan panjangnya, Taman Harapan telah melahirkan banyak alumni dari berbagai latar profesi dan kehidupan. Sebagian tetap menjaga hubungan dengan lembaga dan kembali memberikan dukungan maupun pengabdian bagi keberlanjutan Taman Harapan.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan LKSA: membina anak agar tumbuh berakhlak, berilmu, sehat, mandiri, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dapatkan informasi kegiatan, pembinaan, program, dan perkembangan terbaru LKSA Taman Harapan Muhammadiyah melalui website PCM Lengkong dan kanal media sosial resmi.