Jejak Persyarikatan

Jejak Muhammadiyah di Lengkong

Sejarah PCM Lengkong tidak dapat dipisahkan dari perjalanan awal Muhammadiyah di Kota Bandung dan Jawa Barat. Dari perintisan dakwah, pengembangan amal usaha, hingga pembentukan Cabang Lengkong pada tahun 1971, perjalanan ini menjadi bagian penting dari sejarah Persyarikatan di Bandung.

Awal Perjalanan

Cikal Bakal Muhammadiyah di Bandung

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lengkong memiliki perjalanan sejarah yang erat dengan perkembangan Muhammadiyah di Kota Bandung dan Jawa Barat. Pada awal perkembangannya, wilayah Cabang Lengkong mencakup kawasan yang cukup luas, meliputi Kecamatan Lengkong, Regol, dan Batununggal. Seiring berkembangnya Persyarikatan, kemudian dilakukan pemekaran sehingga berdiri cabang-cabang Muhammadiyah lainnya, termasuk Cabang Regol dan Cabang Gedebage.

Secara historis, PCM Lengkong merupakan bagian penting dari cikal bakal perkembangan Muhammadiyah di Bandung.

Perjalanan Sejarah

Dari Perintisan hingga Berdirinya PCM Lengkong

1936

Pengesahan Muhammadiyah Cabang Bandung

Berdasarkan data yang ada, Muhammadiyah Cabang Bandung disahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Keputusan Nomor 584 tertanggal 1 Rajab 1355 H / 17 September 1936. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah H.K. Soedja dan Sekretaris H.M. Moehtar.

Pada masa itu, kepemimpinan Muhammadiyah Cabang Bandung dipegang oleh Bapak Sutalaksana. Dalam perkembangannya mulai dirintis berbagai amal usaha Muhammadiyah, di antaranya Balai Pengobatan di Jalan Kopo dan Rumah Yatim Piatu di belakang Terminal Kebon Kalapa, Bandung.

Masa Perintisan

Perintisan Muhammadiyah di Bandung dan Jawa Barat

Atas permohonan Bapak Tb. Nitiwidjaja dan Bapak Samsudin St. Pamuncak kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, diutuslah Bapak Samsoenoe, salah seorang guru mengaji yang merupakan murid Ki Bagoes Hadikoesoemo, untuk merintis dan mengembangkan Muhammadiyah di Bandung serta wilayah Jawa Barat.

Berkat kesungguhan Bapak Samsoenoe bersama jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bandung, gerakan Muhammadiyah kemudian berkembang semakin luas.

1937

Perkembangan ke Berbagai Wilayah

Pada tahun 1937, perkembangan Muhammadiyah mulai menjangkau berbagai daerah. Di kawasan Tegalega, Bapak H. Zaenudin turut membawa misi Muhammadiyah yang kemudian berkembang hingga ke Tasikmalaya, Singaparna, dan Kampung Rawa.

Dalam perkembangan tersebut turut berperan sejumlah tokoh, di antaranya Bapak H. Anda, K.H. Iping Zainal Abidin, K.H. Hambali Ahmad, dan Prof. Dr. H. E. Zaenal Mutaqin.

1950-an

Perluasan Dakwah ke Bandung Selatan

Memasuki dekade 1950-an, Bapak Samsoenoe terus melakukan silaturahmi dan pengembangan dakwah ke wilayah Bandung Selatan.

Muhammadiyah kemudian dapat diterima dan berkembang di Ciparay dan Bojong Malaka, dengan dukungan antara lain dari K.H. Abdul Hamid, hingga kemudian menjangkau wilayah Baros dan Banjaran.

Perkembangan Muhammadiyah selanjutnya meluas ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut, serta menjadi bagian dari mata rantai perkembangan Muhammadiyah di Jawa Barat.

Tonggak Sejarah

1971 — Berdirinya PCM Lengkong

14 Agustus 1971 M / 21 Jumadilakhir 1391 H

Seiring dengan semakin berkembangnya Muhammadiyah di Kota Bandung, pada 14 Agustus 1971 M / 21 Jumadilakhir 1391 H, melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor J-2804/Tj/71, secara resmi dibentuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lengkong.

Wilayah Cabang Lengkong pada masa awal pembentukannya mencakup Kecamatan Lengkong, Regol, dan Batununggal.

Ketua pertama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lengkong adalah K.H. Sulaeman Faruk, NBM 463.666, dengan Bapak Imam Syamsudin, NBM 131.748, sebagai Sekretaris.

Kepemimpinan Awal

Pimpinan Pertama PCM Lengkong

Pembentukan Cabang Lengkong menjadi awal perjalanan kelembagaan PCM Lengkong yang kemudian diteruskan oleh generasi kepemimpinan berikutnya.

Ketua Pertama K.H. Sulaeman Faruk

NBM 463.666

Sekretaris Imam Syamsudin

NBM 131.748

Melanjutkan Perjuangan

Dari Masa ke Masa

Dari perjalanan dan perintisan tersebut kemudian lahir kader-kader Muhammadiyah yang melanjutkan perjuangan Persyarikatan dari masa ke masa.

Sejarah PCM Lengkong menjadi pengingat bahwa gerakan yang berkembang hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para perintis, pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah yang telah membangun Persyarikatan melalui dakwah, pendidikan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melanjutkan Jejak Perjuangan

Perjalanan PCM Lengkong terus berlanjut melalui estafet kepemimpinan, penguatan ranting, kaderisasi, Amal Usaha Muhammadiyah, Organisasi Otonom, dan berbagai program dakwah serta pelayanan masyarakat.

Sejarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lengkong Kota Bandung.