Opini

KUNCI BAHAGIA & SEJAHTERA: HIDUPKAN RUH PENGAJIAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Bapak/Ibu sekalian yang dirahmati Allah,

Izinkan saya bertanya sederhana, “Apakah Bapak/Ibu setuju bahwa kita semua ingin bahagia, ingin sejahtera, dan ingin pendapatan yang besar?”
Pasti jawabannya: SETUJU!

Namun, pernahkah kita merenung, di tempat kita berkhidmat hari ini—di organisasi besar bernama Muhammadiyah—apa sebenarnya “jantung” atau “nyawa” yang menggerakkan segalanya?

Jawabannya hanya satu: RUHNYA ADALAH PENGAJIAN

Muhammadiyah Sebenarnya adalah Majelis Pengajian

Muhammadiyah tidak lahir dari rahim bisnis atau organisasi profesi semata. Muhammadiyah lahir dari majelis taklim, lahir dari majelis pengajian. K.H. Ahmad Dahlan dan para pendiri awalnya berkumpul bukan untuk membicarakan proyek atau keuntungan materi, melainkan untuk membaca Al-Qur’an, memahami Islam, dan memperbaiki diri.

Itulah sebabnya, sampai kapanpun, selama kita masih di dalam naungan Muhammadiyah, kita tidak boleh kehilangan identitas ini.

“Jangan berpikir, karena saya dari Majelis Tabligh, maka saya cuma mengajak ngaji saja. Tidak! Mengajak ngaji itu justru kuncinya.”

Pengajian adalah Akar, Sejahtera adalah Buah

Bapak/Ibu,
Kita ingin gaji besar, kita ingin hidup nyaman, kita ingin karir cemerlang. Itu semua halal dan baik. Tapi ingatlah hukum alam dan hukum Allah: Buah yang manis pasti tumbuh dari akar yang kuat.

  1. Pengajian adalah tempat membersihkan hati.
  2. Pengajian adalah tempat mengasah keikhlasan.
  3. Pengajian adalah tempat memohon berkah langsung kepada Sang Pemilik Rezeki.

Kalau ruh pengajian ini hidup di tempat kerja kita, insya Allah pekerjaan menjadi ibadah, lembur menjadi jihad, dan rezeki yang datang akan membawa keberkahan, bukan hanya angka di rekening, tapi juga ketenangan jiwa.

✅ Kesimpulan
Jadi, mari kita sepakati:
Meskipun kita bekerja di sekolah, di rumah sakit, atau di kantor administrasi Muhammadiyah, kita tetaplah “Murid yang sedang belajar dan beribadah”.

Jangan malu untuk mengajak berdzikir, jangan bosan untuk membaca Al-Qur’an, dan jangan hilangkan budaya bertadarus atau berdoa sebelum bekerja. Karena itulah Kunci Bahagia & Sejahtera yang sesungguhnya.

Semoga Muhammadiyah tetap kokoh di atas ruhnya, dan kita semua dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT. Aamiin Wallahu Alam

Oleh: Burhanudin, S.Pd.I., M.Pd. (Ketua Majelis Tabligh PCM Lengkong)